GROBOGAN – Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Grobogan mengalami penurunan. Menurut Sekda Grobogan, Anang Armunanto, tingkat kemiskinan di daerahnya turun dari 11,72 persen pada 2023, menjadi 11,43 persen di tahun 2024, dengan kemiskinan ekstrem sebesar 0,89 persen.
“Meski turun, namun angka ini masih tergolong tinggi dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk ditangani,” ujarnya pada acara rembug bersama tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (TJSLP) yang dilaksanakan Bappeda setempat, pekan lalu.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Grobogan, prosentase penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah garis kemiskinan di Kabupaten Grobogan pada Maret 2024 sebesar 11,43 persen atau sekitar 159,00 ribu orang. Sedangkan pada bulan sama tahun 2023, jumlah penduduk miskin di Grobogan sebesar 11,72 persen atau sekitar 162,52 ribu orang.
Garis kemiskinan pada Maret 2024 sebesar Rp 489.208 perkapita per bulan, mengalami kenaikan dibanding Maret 2023 yang sebesar Rp 464.614 perkapita per bulan. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) pada Maret 2024 sebesar 1,90, mengalami kenaikan dibandingkan Maret 2023 yang nilainya sebesar 1,48. Hal ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin menjauhi garis kemiskinan.
Sedangkan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) pada Maret 2024 sebesar 0,43, mengalami kenaikan dibandingkan Maret 2023 yang nilainya sebesar 0,28. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk miskin semakin besar dari tahun 2023.
Sekda mengatakan, kompleksitas masalah dan keterbatasan anggaran membuat Pemkab Grobogan tidak bisa bekerja sendiri, tetapi diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, terutama melalui TJSLP atau CSR. “Kami mengetuk hati pimpinan perusahaan untuk mengarahkan CSR-nya secara khusus pada upaya penanggulangan kemiskinan,” pintanya.
Diakuinya, kontribusi sejumlah perusahaan dalam mendukung pembangunan di Grobogan sudah cukup baik. Sepanjang tahun 2024, program CSR dari perusahaan telah berhasil memberikan dampak signifikan. Perusahaan tgersebut adalah Bank Jateng, BRI, PT Pungkook, PT Japfa, PT Malindo, dan PT Semen Grobogan.
Atas kepeduliannya itu, kata Kepala Bappeda Grobogan, Afi Wildani, Pemkab Grobogan memberikan penghargaan dalam tujuh kategori utama yakni kemiskinan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, lingkungan, anak, dan pertanian. “Tahun 2024 ini, ada tiga perusahaan menerima penghargaan khusus, dan 16 perusahaan diberikan piagam atas transparansi dalam pelaporan dan penyaluran TJSLP mereka,” ujar Afi. (Red-LJ)